Djanur dan Herkis sendiri merupakan sahabat karib sejak sama-sama masih aktif sebagai pemain. Keduanya pernah bermain bersama di Persib di akhir 1970-an. Tapi keduanya tidak berlangsung lama karena Herkis memilih hijrah ke tim lain, sementara Djanur bertahan di Persib.
Kini, keduanya akan kembali bertemu di lapangan. Itu merupakan pertemuan perdana Djanur dan Herkis sebagai pelatih kepala.
![]() |
| Agen Bola |
"Kata orang persahabatan saya dengan Herkis akan menjadi bumbu dalam pertandingan nanti. Saya tidak pernah bertemu langsung dengan tim yang dia tangani," kata Djanur dalam konferensi pers di Hotel Topas, Kota Bandung, Kamis 16 Februari 2017.
Dalam laga nanti, kemenangan jadi tujuan utama Djanur. Sebab ia ingin membawa lolos ke babak berikutnya secara otomatis. Apalagi Persib punya rekor tidak terkalahkan sejak gelaran Piala Presiden 2015 yang berlanjut hingga Piala Bhayangkara, Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, dan dua laga awal Piala Presiden 2017.
Soal persahabatannya dengan Herkis, Djanur menegaskan tidak akan memikirkannya. Urusan persahabatan jelas harus ditanggalkan saat ia bertemu dengan Herkis sebagai musuh.
Ia pun mengumbar optimisme akan bisa mengalahkan Herkis. "Saya sebagai pelatih Persib akan keluar sebagai pemenang," ucapnya yang kemudian disambung senyuman.
Sementara disinggung soal perbedaan karakter permainan Persib dan Persela, ia mengklaim bahwa timnya bermain jauh lebih menyerang. Itu karena latar belakang Djanur dan Herkis berbeda saat masih menjadi pemain.
"Dalam bermain kami berbeda posisi, dia lebih ke defender, saya lebih attack. Saya lebih menyerang dong," kelakar Djanur.
Sementara itu, Herkis juga menyampaikan pendapat serupa. Ia akan melupakan lebih dulu persahabatannya saat memimpin tim dari pinggir lapangan.
"Di luar kita bersahabat, tapi di lapangan 90 menit itu kompetisi," tegas Herkis.
posted by :

No comments:
Post a Comment